Suspendisse interdum consectetur libero id. Fermentum leo vel orci porta non. Euismod viverra nibh cras pulvinar suspen.

Meriam Karbit: Gema Sejarah, Simbol Perayaan di Tepian Sungai Kapuas

Beranda // Informasi // Meriam Karbit: Gema Sejarah, Simbol Perayaan di Tepian Sungai Kapuas
16 November 2025 23:57 Admin

Meriam Karbit: Gema Sejarah, Simbol Perayaan di Tepian Sungai Kapuas

Meriam Karbit adalah salah satu warisan budaya non-benda yang paling ikonik dan spektakuler dari Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Tradisi unik ini telah mengakar kuat dalam identitas masyarakat lokal, terutama sebagai penanda perayaan hari besar Islam, yaitu malam takbiran Idulfitri dan Iduladha. Meriam ini pada dasarnya terbuat dari batang pohon berdiameter besar, seperti batang kelapa atau kayu log, yang kemudian dilubangi dan dipadukan dengan bubuk karbit (kalsium karbida) dan air untuk menghasilkan gas yang mudah meledak. Suara ledakan yang dihasilkan sangat keras, menggelegar, dan khas, menjadi soundtrack wajib perayaan di tepi Sungai Kapuas. Secara historis, Meriam Karbit memiliki narasi yang menarik dan dipercaya erat kaitannya dengan pendirian Kota Pontianak. Legenda menyebutkan bahwa Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie menggunakan bunyi ledakan meriam untuk mengusir makhluk halus (konon Kuntilanak) yang mengganggu saat beliau pertama kali membuka hutan di muara Sungai Kapuas, lokasi berdirinya kota. Oleh karena itu, atraksi ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga simbol keberanian dan penanda kelahiran kota.

028a2370-24e8-42ec-b20e-75e6d8daa79a.jpg

Pada masa perayaan, terutama malam Idulfitri, Meriam Karbit bertransformasi menjadi festival kolosal. Di sepanjang tepian Sungai Kapuas, ratusan meriam berjejer rapi—sering kali dihias dengan ornamen khas—yang dipersiapkan dan dibunyikan secara bergantian oleh kelompok-kelompok masyarakat. Kegiatan ini menuntut kerja sama dan kekompakan tinggi, mencerminkan nilai kebersamaan dan persatuan komunitas di Pontianak. Selain aspek ritual dan sejarah, Meriam Karbit juga menjadi daya tarik wisata yang luar biasa. Suara gemuruh meriam yang saling bersahutan, dikombinasikan dengan pemandangan Sungai Kapuas di malam hari, menciptakan suasana yang magis dan tak terlupakan. Upaya pelestarian tradisi ini terus dilakukan, seringkali melalui festival atau lomba Meriam Karbit, memastikan bahwa warisan budaya yang penuh makna historis dan nilai gotong royong ini terus bergema, menyambut fajar kemenangan bagi generasi mendatang.

Bagikan: